# Pembukaan
Pasar exchange-traded fund (ETF) berbasis aset kripto di Amerika Serikat memasuki fase yang jauh berbeda dari beberapa tahun sebelumnya. Jika dulu setiap penerbit harus melalui proses pengajuan 19b-4 yang bisa memakan waktu hingga 240 hari dan berisiko ditolak di ujung jalan, sejak September 2025 Securities and Exchange Commission (SEC) memberlakukan *generic listing standards* yang memangkas jalur itu menjadi checklist administratif sekitar 75 hari ([hoge.gg](https://hoge.gg/crypto-etf-approvals-2026-approval-was-the-easy-part)). Dampaknya terasa cepat: pada 27 Oktober, di tengah *shutdown* pemerintah federal AS yang memaksa lebih dari 90% staf SEC dirumahkan sementara, empat ETF spot baru untuk Solana, Litecoin, dan Hedera tetap resmi melantai di New York Stock Exchange dan Nasdaq ([MEXC News](https://mexc.com/news/145183)).
Fenomena ini bukan sekadar soal produk finansial baru. Ia menandai pergeseran mendasar dalam cara regulator pasar modal terbesar dunia memperlakukan aset digital — dari rezim penuh kehati-hatian kasus per kasus, menjadi kerangka aturan umum yang berlaku otomatis selama aset memenuhi syarat tertentu. Namun kemudahan ini juga memunculkan pertanyaan baru: apakah standar yang sama harus berlaku untuk produk-produk yang jauh lebih eksotis, seperti ETF bertenaga leverage atau kontrak berjangka yang terikat pada hasil pemilu?
Artikel ini menelusuri mekanisme di balik banjir ETF kripto 2026, bagaimana proses itu tetap berjalan bahkan saat pemerintah AS lumpuh sebagian, serta sinyal-sinyal terbaru dari SEC yang menunjukkan regulator mulai menimbang ulang batas-batas dari kebijakan yang mereka ciptakan sendiri.
## Daftar Isi
- [01 — Dari 19b-4 ke Generic Listing Standards](#bagian-01)
- [02 — ETF Tetap Melantai di Tengah Shutdown Pemerintah](#bagian-02)
- [03 — Skala Banjir: Lebih dari 100 Pengajuan Menunggu Giliran](#bagian-03)
- [04 — SEC Membuka Kembali Pertanyaan yang Baru Saja Ditutup](#bagian-04)
- [05 — Pergantian Komisioner dan Arah Kebijakan ke Depan](#bagian-05)
- [Kesimpulan](#kesimpulan-artikel)
- [Sumber](#sumber-artikel)
<a id="bagian-01"></a>
## 01 — Dari 19b-4 ke Generic Listing Standards

> **Highlight:** Perubahan aturan SEC pada September 2025 secara efektif menghapus kebutuhan tiap ETF kripto baru untuk melalui pengajuan 19b-4 yang panjang, selama aset yang mendasarinya memenuhi salah satu dari tiga syarat kelayakan.
Dua perubahan aturan menjadi fondasi dari lonjakan ini. Pertama, pada 17 September 2025 SEC menyetujui *generic listing standards* untuk produk exchange-traded berbasis komoditas — kategori yang kini mencakup kripto. Sebelumnya, setiap trust komoditas baru harus melalui perubahan aturan khusus produk (19b-4) yang bisa berlarut-larut hingga 240 hari, dengan risiko penolakan di akhir proses. Setelah aturan baru ini berlaku, bursa nasional seperti NYSE, Nasdaq, dan Cboe BZX dapat langsung mencatatkan ETF spot kripto tanpa pengajuan tersebut, asalkan aset yang mendasarinya memenuhi salah satu dari tiga syarat: diperdagangkan di pasar yang tergabung dalam Intermarket Surveillance Group, menjadi dasar kontrak berjangka teregulasi CFTC yang sudah berjalan minimal enam bulan, atau sudah dipegang minimal 40% dari aset bersih oleh ETF AS yang sudah ada ([hoge.gg](https://hoge.gg/crypto-etf-approvals-2026-approval-was-the-easy-part)).
Kedua, pada 29 Juli 2025 SEC juga mengizinkan mekanisme *in-kind creation and redemption* untuk ETP kripto spot, yang memungkinkan authorized participant menukar unit ETF dengan koin fisik alih-alih uang tunai. Perubahan ini menekan gesekan pajak dan biaya transaksi, menyamakan perlakuan ETF kripto dengan ETF komoditas konvensional yang sudah lama beroperasi dengan cara serupa. Gabungan kedua aturan ini membuat persetujuan bukan lagi menjadi keunggulan kompetitif yang sulit direbut — penerbit yang sudah menyiapkan aset yang memenuhi syarat kini bisa mengasumsikan produknya akan dicatatkan, bukan berjuang untuk itu.
<a id="bagian-02"></a>
## 02 — ETF Tetap Melantai di Tengah Shutdown Pemerintah
Ujian nyata dari kerangka baru ini datang lebih cepat dari perkiraan. Pada 1 Oktober 2026, pemerintah federal AS memasuki *shutdown* setelah Kongres gagal mengesahkan undang-undang pendanaan, memaksa lembaga-lembaga regulator termasuk SEC merumahkan sebagian besar stafnya. SEC mengumumkan hanya mempertahankan sejumlah kecil pegawai untuk tugas penegakan darurat dan pengawasan pasar, dengan lebih dari 90% tenaga kerjanya dirumahkan sementara sesuai rencana kontinjensi lembaga ([MEXC News](https://mexc.com/news/145183)).
Dalam kondisi normal, situasi ini akan menunda peluncuran produk finansial baru. Namun pada 27 Oktober, bursa mengonfirmasi bahwa empat ETF spot untuk Solana, Litecoin, dan Hedera tetap melantai sesuai jadwal. Penjelasannya terletak pada struktur hukum sekuritas AS: setiap penerbit mengajukan dua dokumen, yaitu registrasi S-1 di bawah Securities Act 1933 dan registrasi 8-A di bawah Securities Exchange Act 1934. Menurut undang-undang, pengajuan S-1 secara otomatis dinyatakan efektif dua puluh hari setelah pengajuan, kecuali penerbit meminta penundaan atau SEC turun tangan — sebuah ketentuan yang dirancang untuk mencegah keterlambatan birokratis. Karena ketentuan efektivitas otomatis ini memiliki kekuatan hukum yang sama dengan deklarasi resmi SEC, seluruh proses tetap sah meski lembaga tersebut sebagian besar tidak beroperasi ([MEXC News](https://mexc.com/news/145183)). Bitwise mengonfirmasi ETF Staking Solana miliknya dinyatakan efektif pada hari yang sama, sementara ETF Litecoin dan Hedera dari Canary mulai diperdagangkan di Nasdaq pada hari berikutnya, dan ETF Solana dari Grayscale menyusul pada hari ketiga.
<a id="bagian-03"></a>
## 03 — Skala Banjir: Lebih dari 100 Pengajuan Menunggu Giliran
Setelah gerbang regulasi terbuka, penerbit ETF berbondong-bondong masuk. Analis Bloomberg Intelligence James Seyffart mencatat setidaknya 126 pengajuan ETP kripto masih menunggu proses, mencakup lebih dari 20 token berbeda ([hoge.gg](https://hoge.gg/crypto-etf-approvals-2026-approval-was-the-easy-part)). Berikut ringkasan lini masa perkembangan produk sejak aturan baru berlaku:
| Periode | Perkembangan |
| --- | --- |
| Jan 2024 | ETF Bitcoin spot pertama disetujui setelah putusan pengadilan |
| Mei 2024 | ETF Ethereum spot menyusul disetujui |
| 17 Sep 2025 | SEC mengesahkan generic listing standards untuk ETP komoditas |
| Akhir Okt 2025 | ETF Litecoin spot (Canary) resmi melantai |
| Pertengahan Nov 2025 | ETF XRP spot (Canary) menyusul |
| Apr–Jun 2026 | ETF Avalanche dan tiga ETF Hyperliquid diluncurkan berbagai penerbit |
| 27 Okt 2026 | Empat ETF baru (Solana, Litecoin, Hedera) melantai di tengah shutdown pemerintah |
Di antara pengajuan yang paling banyak diawasi adalah ETF spot untuk Ripple (XRP), Cardano (ADA), dan Avalanche (AVAX), ditambah produk "basket" multi-aset yang menggabungkan beberapa kripto besar sekaligus. Sejumlah penerbit bahkan bereksperimen dengan model hibrida yang memasukkan imbal hasil staking atau pendapatan pinjaman on-chain ke dalam eksposur spot tradisional, mengikuti jejak ETF Staking Solana dari Bitwise. Grayscale sendiri telah mengonversi Digital Large Cap Fund miliknya menjadi ETF multi-aset kripto pertama di AS, menggabungkan Bitcoin, Ether, XRP, Solana, dan Cardano dalam satu produk ([MEXC News](https://mexc.fm/news/114581)).
<a id="bagian-04"></a>
## 04 — SEC Membuka Kembali Pertanyaan yang Baru Saja Ditutup
Di tengah gelombang persetujuan yang nyaris otomatis, SEC justru menempuh langkah yang tampak kontradiktif. Hanya sembilan bulan setelah menjadikan proses persetujuan sebuah checklist administratif, komisi ini mempertanyakan apakah checklist tersebut sudah tepat. Pada 30 Juni 2026, SEC menerbitkan Release 33-11426, sebuah permintaan komentar publik mengenai apa yang disebut "novel exchange-traded funds" — mencakup 27 pertanyaan namun tanpa mengusulkan aturan baru apa pun. Dokumen ini dipublikasikan di Federal Register pada 2 Juli 2026, dengan masa komentar publik berakhir sekitar 31 Agustus 2026 ([hoge.gg](https://hoge.gg/crypto-etf-approvals-2026-approval-was-the-easy-part)).
Cakupan tinjauan ini sengaja dibuat luas: dana berbasis aset kripto, strategi berbasis blockchain, ETF kontrak peristiwa yang terkait pemilu dan data ekonomi, produk komoditas dan saham tunggal, hingga kendaraan investasi dengan leverage tinggi. Ketua SEC Paul Atkins menyebut bahwa aset ETF telah tumbuh sekitar tiga kali lipat sejak 2019, sehingga produk-produk baru memunculkan pertanyaan baru yang belum terjawab. Sebagai sinyal awal dari tinjauan ini, Roundhill, Bitwise, dan GraniteShares secara sukarela menarik sekitar dua lusin pengajuan ETF kontrak peristiwa pada Mei 2026. Poin pentingnya: ini bukan pembalikan kebijakan. Persetujuan ETF spot rutin tetap berjalan dalam hitungan minggu — namun sinyal ini menunjukkan regulator yang sama yang menghapus hambatan kini mulai gelisah dengan sebagian produk yang lolos lewat celah tersebut, khususnya yang menyangkut leverage, kontrak peristiwa, dan aset dengan float tipis.
<a id="bagian-05"></a>
## 05 — Pergantian Komisioner dan Arah Kebijakan ke Depan
Dinamika regulasi ini juga diwarnai oleh pergantian personel di level komisioner. Hester Peirce, komisioner yang dijuluki "Crypto Mom" oleh industri karena konsistensinya mendorong aturan tertulis untuk aset digital ketimbang pendekatan penegakan hukum kasus per kasus, mengumumkan kepergiannya dari SEC efektif 2 Oktober 2026 setelah hampir sembilan tahun menjabat ([pulseofnations.lol](https://pulseofnations.lol/sec-crypto-mom-hester)). Masa jabatan kedua Peirce sebenarnya telah berakhir pada Juni 2025, namun aturan SEC memungkinkannya menjabat hingga 18 bulan tambahan selama penggantinya belum dikonfirmasi.
Kepergian Peirce terjadi tepat di tengah periode rulemaking kripto paling padat yang pernah dihadapi lembaga ini. Sehari sebelum pengunduran dirinya diumumkan, SEC menerbitkan *innovation exemption* yang selama ini ia perjuangkan — sebuah perintah berjangka lima tahun yang mengizinkan versi tokenized dari saham-saham AS besar diperdagangkan on-chain melalui platform sekuritas tokenized baru. Dengan kepergiannya, komisi tersisa hanya dengan Ketua Paul Atkins dan Komisioner Mark Uyeda, menyisakan pertanyaan terbuka mengenai arah kebijakan kripto AS ke depan tanpa salah satu suara paling konsisten yang pernah mendorong kerangka aturan tertulis untuk sektor ini.
<a id="kesimpulan-artikel"></a>
## Kesimpulan
Transisi dari rezim persetujuan kasus per kasus menuju generic listing standards telah mengubah wajah pasar ETF kripto AS dalam waktu kurang dari dua tahun — dari hambatan panjang yang bisa memakan waktu delapan bulan menjadi proses yang nyaris rutin. Namun kemudahan itu ternyata tidak menghilangkan pengawasan regulator sepenuhnya: permintaan komentar Release 33-11426 dan pergantian komisioner senior seperti Hester Peirce menandakan bahwa babak berikutnya dari regulasi kripto AS mungkin bukan lagi soal apakah produk bisa disetujui, melainkan produk seperti apa yang seharusnya boleh melewati gerbang yang kini jauh lebih longgar tersebut.
<a id="sumber-artikel"></a>
## Sumber
- [MEXC News — "The reason new crypto ETFs launched despite the U.S. government shutdown"](https://mexc.com/news/145183): menjelaskan mekanisme hukum di balik peluncuran ETF Solana, Litecoin, dan Hedera saat shutdown pemerintah AS.
- [hoge.gg — "Crypto ETF Approvals in 2026: Approval Was the Easy Part"](https://hoge.gg/crypto-etf-approvals-2026-approval-was-the-easy-part): merinci aturan generic listing standards, skala pengajuan ETF, dan Release 33-11426 SEC.
- [MEXC News — "Bloomberg Analyst Says ETF Approval Odds Now 100% After SEC Order"](https://mexc.com/news/114581): data jumlah pengajuan ETF kripto yang menunggu di SEC dan konteks Project Crypto.
- [pulseofnations.lol — "SEC Crypto Mom Hester Peirce Departs October 2"](https://pulseofnations.lol/sec-crypto-mom-hester): kronologi pengunduran diri Komisioner Hester Peirce dari SEC.