Crypto · 6 min read · 5 views
Bitcoin Core 30.0 dan OP_RETURN: Mengapa Batas Data Baru Memecah Komunitas
Bitcoin Core 30.0 melonggarkan batas OP_RETURN dan memicu perdebatan antara kebersihan UTXO set, kebebasan operator node, serta risiko spam data. Artikel ini membedah perubahan teknis, argumen kedua kubu, dan dampaknya bagi ekosistem Bitcoin.
GD
I Gusti Agung Ganes Satsangga Dipa
Backend & Software Developer
# Pembukaan
Bitcoin Core 30.0 resmi dirilis dan langsung memicu perdebatan terbesar dalam komunitas pengembang Bitcoin sejak isu block size beberapa tahun lalu. Perubahan paling disorot bukan soal konsensus jaringan, melainkan kebijakan relay di lapisan mempool: batas default `-datacarriersize` untuk output OP_RETURN dinaikkan drastis dari 80 byte menjadi 100.000 byte, dan node kini mengizinkan lebih dari satu output OP_RETURN dalam satu transaksi ([bitcoin.org, catatan rilis Bitcoin Core 30.0](https://bitcoin.org/en/releases/30.0)). Karena batas ukuran transaksi keseluruhan jauh lebih longgar dari batas lama, perubahan ini secara efektif "membuka" ruang data arbitrer yang bisa disisipkan ke dalam transaksi Bitcoin.
Pengembang inti seperti Gloria Zhao dan Greg Sanders — penulis pull request terkait — berargumen perubahan ini justru bersifat netral dan defensif: dengan OP_RETURN resmi dilonggarkan, insentif untuk menyimpan data lewat teknik lain yang membengkakkan UTXO set (seperti pola inscriptions/ordinals) berkurang, karena OP_RETURN membuat output menjadi provably unspendable dan tidak ikut membebani set UTXO yang harus disimpan setiap node ([OKX News](https://okx.com/en-eu/news/article/bitcoin-core-30-increase-op-return-data-limit-after-developer-debate-concludes-46583746593824)). Namun sebagian node operator dan figur lama seperti Nick Szabo menilai kebijakan ini membuka pintu bagi spam data, kenaikan beban penyimpanan arsip node, serta potensi masalah hukum terkait konten yang tersimpan permanen di blockchain ([gncrypto.news](https://gncrypto.news/news/bitcoin-core-v30-op-return-expansion)).
## Daftar Isi
- [01 — Apa yang Berubah di Bitcoin Core 30.0](#bagian-01)
- [02 — Argumen di Balik Pelonggaran OP_RETURN](#bagian-02)
- [03 — Kekhawatiran Kritikus dan Jalan Mitigasi](#bagian-03)
- [04 — Timeline Perubahan Kebijakan OP_RETURN](#bagian-04)
- [05 — Dampak bagi Node Operator dan Ekosistem](#bagian-05)
- [Kesimpulan](#kesimpulan-artikel)
- [Sumber](#sumber-artikel)
<a id="bagian-01"></a>
## 01 — Apa yang Berubah di Bitcoin Core 30.0

> **Highlight:** Perubahan paling kontroversial di Bitcoin Core 30.0 bukan soal konsensus blockchain, melainkan soal kebijakan relay mempool — garis yang menentukan transaksi mana yang disebarkan dan ditambang node secara default, bukan transaksi mana yang sah secara protokol.
Rilis Bitcoin Core 30.0 menandai versi mayor pertama sejak v29, sekaligus mengakhiri dukungan untuk cabang 27.x ke bawah yang kini berstatus "End of Life" ([bitcoin.org](https://bitcoin.org/en/releases/30.0)). Perubahan inti yang memicu diskusi publik adalah kenaikan default `-datacarriersize` menjadi 100.000 byte — dari sebelumnya 80 byte — sehingga batas efektif menjadi ukuran transaksi itu sendiri (hingga mendekati 4 MB, mengikuti batas berat blok Bitcoin) ([OKX News](https://okx.com/en-eu/news/article/bitcoin-core-30-increase-op-return-data-limit-after-developer-debate-concludes-46583746593824)). Node juga kini merelay dan menambang transaksi dengan lebih dari satu output OP_RETURN sekaligus, selama agregat ukurannya tidak melebihi batas tersebut. Operator yang ingin mempertahankan perilaku lama tetap bisa menjalankan flag `-datacarriersize=83`, meski opsi ini sudah ditandai sebagai deprecated dan akan memunculkan peringatan. Selain OP_RETURN, v30 membawa sejumlah perubahan teknis lain: peningkatan package relay di lapisan P2P untuk topologi transaksi seperti grandparent-parent-child, batas DoS baru pada transaction orphanage berbasis jumlah entri dan bobot total menggantikan parameter lama `-maxorphantx`, serta penurunan default fee minimum — `-blockmintxfee` kini 0,001 sat/vB dan fee relay minimum/incremental menjadi 0,1 sat/vB ([bitcoininsider.org](https://bitcoininsider.org/article/289598/bitcoin-core-v30-goes-live-despite-opreturn-debate)). Perubahan fee ini bersifat default saja; catatan rilis menegaskan propagasi dan konfirmasi transaksi tidak terjamin kecuali mayoritas jaringan turut mengadopsi nilai baru tersebut.
<a id="bagian-02"></a>
## 02 — Argumen di Balik Pelonggaran OP_RETURN
Dalam ringkasan di GitHub dan unggahan di X, pengembang inti Gloria Zhao menjelaskan motivasi utama perubahan ini adalah mengoreksi "mismatch antara tingkat bahaya dan standardness dari teknik penyimpanan data" di Bitcoin ([OKX News](https://okx.com/en-eu/news/article/bitcoin-core-30-increase-op-return-data-limit-after-developer-debate-concludes-46583746593824)). Argumennya: batas 80 byte yang ketat selama ini justru mendorong orang menyisipkan data lewat jalur lain yang secara teknis lebih merugikan jaringan — misalnya menyamarkan data sebagai public key palsu dalam skrip witness — karena jalur tersebut ikut membengkakkan UTXO set yang harus disimpan selamanya oleh setiap node full. OP_RETURN, sebaliknya, menghasilkan output yang secara kriptografis "provably unspendable" sehingga node dapat memangkasnya dari UTXO set meski transaksinya tetap tercatat di riwayat blockchain.
Greg Sanders, pengembang yang menulis pull request yang akhirnya digabungkan, menyebut penghapusan batas ketat ini memberi "setidaknya dua manfaat nyata: UTXO set yang lebih bersih dan perilaku default yang lebih konsisten" ([OKX News](https://okx.com/en-eu/news/article/bitcoin-core-30-increase-op-return-data-limit-after-developer-debate-concludes-46583746593824)). Pendukung perubahan ini juga menekankan bahwa ini murni kebijakan relay/mining, bukan perubahan konsensus — artinya setiap operator node tetap punya kontrol penuh untuk mengembalikan batas lama, dan penambang tetap bisa memilih menolak transaksi dengan OP_RETURN besar jika mereka mau.
<a id="bagian-03"></a>
## 03 — Kekhawatiran Kritikus dan Jalan Mitigasi
Di sisi lain, sejumlah kontributor lama dan peneliti keamanan menilai perubahan ini membuka potensi masalah baru. Peneliti keamanan yang dikenal dengan nama 0xHaK memperingatkan pelonggaran batas ini dapat mengundang "junk data, inscriptions, dan lonjakan fee" yang merugikan pengguna biasa ([gncrypto.news](https://gncrypto.news/news/bitcoin-core-v30-op-return-expansion)). Nick Szabo — salah satu figur paling dihormati dalam sejarah kriptografi moneter — mendorong operator node untuk menahan diri mengunggah versi baru dan sementara menjalankan klien alternatif Bitcoin Knots besutan Luke Dashjr, yang mempertahankan batas data ketat, sebuah opsi yang menurut laporan sudah dipakai sebagian signifikan node di jaringan. Kekhawatiran lain bersifat legal: node arsip yang menyimpan riwayat blockchain penuh berisiko ikut menyimpan konten ilegal yang disisipkan via OP_RETURN, tanpa mekanisme praktis untuk menghapusnya setelah tercatat permanen. Kritikus memperingatkan skenario terburuk — jika sebagian signifikan komunitas menolak arah ini — bisa memicu perpecahan (hard fork) antara node yang mengadopsi kebijakan baru dan yang mempertahankan batas lama via Knots atau flag override manual ([bitcoininsider.org](https://bitcoininsider.org/article/289598/bitcoin-core-v30-goes-live-despite-opreturn-debate)).
<a id="bagian-04"></a>
## 04 — Timeline Perubahan Kebijakan OP_RETURN
| Periode | Peristiwa |
|---|---|
| Rilis awal Bitcoin | Batas default `-datacarriersize` ditetapkan 80 byte untuk membatasi penyisipan data non-moneter |
| Sebelum v30 | Diskusi panjang di GitHub soal mismatch antara batas OP_RETURN dan dampaknya pada UTXO set |
| Oktober 2026 | Bitcoin Core 30.0 resmi dirilis, menaikkan default `-datacarriersize` ke 100.000 byte dan mengizinkan multiple OP_RETURN output ([bitcoin.org](https://bitcoin.org/en/releases/30.0)) |
| Pascarilis | Perdebatan publik meluas; sebagian node operator beralih ke Bitcoin Knots atau menerapkan `-datacarriersize=83` untuk mempertahankan batas lama ([gncrypto.news](https://gncrypto.news/news/bitcoin-core-v30-op-return-expansion)) |
| Jangka menengah | Opsi override lama ditandai deprecated; arah kebijakan jangka panjang masih bergantung pada adopsi mayoritas node dan miner |
Tabel di atas merangkum bagaimana kebijakan yang semula teknis — batas byte pada satu jenis output skrip — berkembang menjadi titik perpecahan filosofis tentang arah Bitcoin sebagai jaringan uang murni versus lapisan data umum.
<a id="bagian-05"></a>
## 05 — Dampak bagi Node Operator dan Ekosistem
Bagi operator node individu, dampak paling langsung bersifat opsional: mereka bebas memilih mengikuti default baru, mengembalikan batas lama lewat flag manual, atau berpindah ke implementasi node alternatif seperti Bitcoin Knots. Namun pilihan ini punya konsekuensi jaringan — jika mayoritas node dan miner mengadopsi default baru, transaksi dengan OP_RETURN besar akan lebih mudah diteruskan dan ditambang, sementara node yang mempertahankan batas lama berisiko semakin terisolasi dari mayoritas mempool jaringan dalam urusan relay transaksi jenis ini. Bagi penyedia layanan dan proyek yang membangun di atas Bitcoin — termasuk proyek yang menyimpan metadata, bukti kepemilikan, atau skema aset berbasis data on-chain — pelonggaran ini berarti ruang desain yang lebih luas tanpa perlu menyamarkan data sebagai skrip transaksi lain. Di sisi lain, operator node arsip dan penyedia layanan explorer blockchain perlu mempertimbangkan kenaikan potensi kebutuhan penyimpanan jika volume data OP_RETURN meningkat signifikan pascaadopsi v30 secara luas. Belum ada data empiris resmi soal seberapa besar lonjakan pemakaian OP_RETURN pascarilis, sehingga klaim dampak storage jangka panjang saat ini masih bersifat proyeksi dari masing-masing pihak, bukan fakta terukur.
<a id="kesimpulan-artikel"></a>
## Kesimpulan
Bitcoin Core 30.0 menunjukkan bahwa keputusan kebijakan tingkat relay — bukan perubahan konsensus — tetap bisa memicu perdebatan mendalam soal identitas sebuah jaringan terdesentralisasi. Pendukung melihat pelonggaran OP_RETURN sebagai langkah teknis yang rasional untuk menjaga kebersihan UTXO set, sementara kritikus mengkhawatirkan efek samping berupa spam data dan risiko hukum pada node arsip. Karena perubahan ini bersifat default dan dapat di-override, dampak nyata di lapangan akan sangat bergantung pada seberapa luas node operator dan miner mengadopsi konfigurasi baru versus mempertahankan batas lama lewat flag manual atau klien alternatif. **Catatan: artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat investasi atau ajakan transaksi aset kripto apa pun.**
<a id="sumber-artikel"></a>
## Sumber
- [Bitcoin Core 30.0 — Catatan Rilis Resmi, bitcoin.org](https://bitcoin.org/en/releases/30.0) — rincian teknis resmi perubahan `-datacarriersize`, multiple OP_RETURN output, dan perubahan fee default.
- [OKX News — "Bitcoin Core 30 to Increase OP_RETURN Data Limit After Developer Debate Concludes"](https://okx.com/en-eu/news/article/bitcoin-core-30-increase-op-return-data-limit-after-developer-debate-concludes-46583746593824) — kutipan pengembang Gloria Zhao dan Greg Sanders soal motivasi perubahan.
- [gncrypto.news — "Bitcoin Core v30 sparks row over OP_RETURN expansion"](https://gncrypto.news/news/bitcoin-core-v30-op-return-expansion) — kritik dari peneliti keamanan 0xHaK dan rekomendasi Nick Szabo soal Bitcoin Knots.
- [BitcoinInsider — "Bitcoin Core v30 Goes Live Despite OP_RETURN Debate"](https://bitcoininsider.org/article/289598/bitcoin-core-v30-goes-live-despite-opreturn-debate) — detail perubahan P2P, orphanage DoS limit, dan risiko hard fork.
GD
Tentang Penulis — Ganes Satsangga
Backend Developer berpengalaman membangun aplikasi web, sistem ERP/CMS, integrasi API, dan database menggunakan Laravel, PHP, dan Go.


