Crypto · 5 min read · 7 views
Glamsterdam Ethereum: ePBS, Block-Level Access Lists, dan Jalan Menuju Sepolia 6 Oktober 2026
Ethereum Foundation menjadwalkan upgrade Glamsterdam aktif di Sepolia pada 6 Oktober 2026, membawa ePBS, block-level access lists, dan repricing gas sebelum keputusan mainnet.
GD
I Gusti Agung Ganes Satsangga Dipa
Backend & Software Developer
# Pembukaan
Ethereum memasuki fase penting berikutnya setelah Fusaka: upgrade Glamsterdam dijadwalkan aktif di testnet Sepolia pada 6 Oktober 2026 pukul 13:53:36 UTC. Pengumuman resmi Ethereum Foundation menempatkan aktivasi itu pada epoch 353.024 dan slot 11.296.768, tetapi belum menetapkan tanggal untuk Hoodi maupun mainnet. Batas ini penting: Glamsterdam bukan upgrade mainnet yang sudah pasti, melainkan paket perubahan protokol yang sedang melewati pembuktian publik sebelum dipertimbangkan untuk jaringan produksi ([Ethereum Foundation](https://blog.ethereum.org/2026/09/17/glamsterdam-testnet-announcement)).
Nama Glamsterdam menggabungkan Amsterdam pada execution layer dan Gloas pada consensus layer. Dua perubahan utamanya—*enshrined proposer-builder separation* (ePBS) dan *block-level access lists* (BAL)—menyentuh cara blok dibangun, divalidasi, dan diproses. Paket ini juga memuat penyesuaian harga gas agar biaya mencerminkan pekerjaan komputasi serta pertumbuhan state secara lebih akurat. Karena cakupannya luas, keberhasilan fork Sepolia akan dinilai bukan hanya dari apakah jaringan terus menghasilkan blok, tetapi juga dari interoperabilitas client, kestabilan finalitas, perilaku builder-validator, dan kompatibilitas aplikasi.
Bagi pengguna biasa, perubahan ini mungkin tidak langsung terlihat seperti fitur dompet baru. Namun bagi validator, operator node, pembuat smart contract, penyedia RPC, indexer, dan tim wallet, Glamsterdam membawa pekerjaan konkret sebelum mainnet. Artikel ini mengurai apa yang benar-benar dijadwalkan, mengapa ePBS dan BAL penting, siapa yang perlu menguji, serta indikator yang patut diamati tanpa mengubah agenda teknis menjadi narasi harga aset.
## Daftar Isi
- [01 — Sepolia Menjadi Gerbang Uji Publik](#bagian-01)
- [02 — ePBS Mengubah Hubungan Proposer dan Builder](#bagian-02)
- [03 — BAL Membuka Jalan bagi Pemrosesan Paralel](#bagian-03)
- [04 — Repricing Gas dan Dampak pada Smart Contract](#bagian-04)
- [05 — Indikator Sebelum Mainnet](#bagian-05)
- [Kesimpulan](#kesimpulan-artikel)
- [Sumber](#sumber-artikel)
<a id="bagian-01"></a>
## 01 — Sepolia Menjadi Gerbang Uji Publik

Sepolia adalah lingkungan berumur panjang yang mempertemukan implementasi dari banyak client, berbeda dari devnet singkat yang biasanya dipakai tim protokol untuk eksperimen awal. Menurut pengumuman resmi, operator harus memperbarui client execution dan consensus ke versi yang secara eksplisit mendukung aktivasi Glamsterdam; dukungan pada satu sisi saja tidak cukup. Ethereum Foundation juga mengingatkan bahwa pengumuman ini hanya mencakup Sepolia, sementara jadwal Hoodi dan mainnet tetap belum diputuskan. Dengan demikian, fork 6 Oktober berfungsi sebagai gerbang pengujian operasional: apakah beragam perangkat lunak dapat mengikuti aturan baru secara serempak dalam kondisi jaringan publik ([Ethereum Foundation](https://blog.ethereum.org/2026/09/17/glamsterdam-testnet-announcement)).
> **Highlight:** Keberhasilan aktivasi Sepolia adalah bukti kesiapan pengujian publik, bukan jaminan bahwa tanggal mainnet sudah ditetapkan atau seluruh risiko teknis telah selesai.
<a id="bagian-02"></a>
## 02 — ePBS Mengubah Hubungan Proposer dan Builder
EIP-7732 membawa *proposer-builder separation* ke dalam protokol. Saat ini, ekosistem banyak bergantung pada infrastruktur eksternal untuk memisahkan validator yang mengusulkan blok dari builder yang menyusun isi blok. Dengan ePBS, peran dan kewajiban terkait builder dimasukkan ke aturan consensus Ethereum, sehingga protokol dapat mengatur komitmen payload, pembayaran, dan validasi tanpa sepenuhnya bergantung pada relay di luar protokol. Tujuannya bukan menghapus semua kompleksitas MEV, melainkan memberi fondasi yang lebih eksplisit dan dapat diverifikasi. Konsekuensinya, validator, solo staker, DVT, builder, dan perangkat pemantauan perlu menguji alur tugas baru; Ethereum Foundation telah menyediakan testnet Platåberget agar perubahan besar ini diuji sebelum mencapai Sepolia ([Ethereum Foundation—Platåberget](https://blog.ethereum.org/2026/08/17/plataberget-testnet)).
<a id="bagian-03"></a>
## 03 — BAL Membuka Jalan bagi Pemrosesan Paralel
EIP-7928 memperkenalkan *block-level access lists*, yaitu informasi terstruktur tentang akun dan bagian state yang disentuh oleh eksekusi blok. Dengan akses yang diketahui lebih awal, client dapat mengunduh state yang dibutuhkan secara lebih terarah, memperbaiki mekanisme pemulihan state, dan membuka peluang pemrosesan paralel. BAL bukan tombol ajaib yang otomatis melipatgandakan kapasitas, tetapi merupakan prasyarat arsitektural agar kenaikan throughput tidak semata-mata memindahkan beban kepada operator node. Halaman roadmap resmi Ethereum menempatkan BAL bersama ePBS sebagai sorotan Glamsterdam dan mengingatkan bahwa ruang lingkup masih dapat berubah sebelum mainnet karena meta-EIP masih berstatus draft ([ethereum.org](https://ethereum.org/roadmap/glamsterdam/)).
| Komponen | Perubahan | Pihak yang paling terdampak | Uji utama |
|---|---|---|---|
| ePBS / EIP-7732 | Pemisahan proposer-builder masuk protokol | Validator, builder, relay, DVT | Finalitas, pembayaran, tugas builder |
| BAL / EIP-7928 | Daftar akses state pada tingkat blok | Client, RPC, indexer | Rekonstruksi state, sinkronisasi, paralelisme |
| Repricing | Biaya membuat/mengakses state disesuaikan | Pengembang kontrak, wallet | Gas limit, estimasi, jalur eksekusi |
| Gas limit lebih tinggi | Ruang eksekusi berpotensi bertambah | Node operator, penyedia infra | CPU, disk, bandwidth, propagasi |
<a id="bagian-04"></a>
## 04 — Repricing Gas dan Dampak pada Smart Contract
EIP-8037 dan EIP-8038 menyesuaikan biaya pembuatan serta akses state supaya harga gas mendekati beban nyata pada perangkat keras dan ukuran state saat ini. Tim protokol menjelaskan bahwa penyesuaian ini dibutuhkan agar kapasitas dapat dinaikkan tanpa mengorbankan kemampuan node untuk mengikuti jaringan. Dampaknya dapat terasa pada kontrak yang mengunci nilai gas secara manual, bercabang berdasarkan sisa gas, atau mengandalkan asumsi lama untuk operasi penyimpanan. Rekomendasi resminya lugas: periksa kontrak dengan alat analisis dampak, uji pada Platåberget atau testnet yang mendukung, lalu sesuaikan gas limit di frontend dan infrastruktur bila diperlukan ([Ethereum Foundation—Repricing](https://blog.ethereum.org/2026/08/24/glamsterdam-repricing-testing)).
- [ ] Inventarisasi kontrak dan transaksi yang memakai gas limit tetap.
- [ ] Uji estimasi gas pada client yang mendukung Glamsterdam.
- [ ] Periksa integrasi wallet, indexer, RPC, dan monitoring terhadap format baru.
- [ ] Pastikan execution client dan consensus client sama-sama kompatibel.
- [ ] Simulasikan kegagalan builder, reorg, dan pemulihan node sebelum produksi.
<a id="bagian-05"></a>
## 05 — Indikator Sebelum Mainnet
Sesudah aktivasi Sepolia, sinyal terpenting bukan pergerakan pasar, melainkan kesehatan protokol: partisipasi validator, waktu finalitas, tingkat blok terlewat, konsistensi antar-client, penggunaan sumber daya node, dan laporan masalah dari aplikasi. Tahap berikutnya baru masuk akal jika fork stabil dan client teams menyepakati jadwal Hoodi serta mainnet. Operator sebaiknya hanya memakai rilis yang catatan versinya secara eksplisit menyebut dukungan Glamsterdam, sedangkan pengembang perlu mengikuti perubahan meta-EIP karena daftar proposal masih dapat diperbarui. Klaim bahwa tanggal Sepolia otomatis mengunci mainnet harus diperlakukan keliru; sumber resmi menyatakan tanggal mainnet belum diputuskan.
<a id="kesimpulan-artikel"></a>
## Kesimpulan
Glamsterdam mencoba memperkuat Ethereum dari dua arah sekaligus: memasukkan pemisahan proposer-builder ke consensus dan memberi client informasi akses state yang lebih kaya, sembari menata ulang biaya gas untuk menopang kapasitas lebih tinggi. Aktivasi Sepolia pada 6 Oktober 2026 adalah ujian integrasi besar, bukan garis akhir. Ukuran keberhasilannya adalah stabilitas lintas client dan bukti bahwa validator, builder, node, serta aplikasi dapat bekerja di bawah aturan baru. Bagi pelaku ekosistem, tindakan paling rasional adalah menguji perangkat lunak, mengaudit asumsi gas, dan menunggu keputusan mainnet dari kanal resmi—bukan menafsirkan upgrade sebagai nasihat investasi.
<a id="sumber-artikel"></a>
## Sumber
1. [Ethereum Foundation — Glamsterdam Testnet Announcement](https://blog.ethereum.org/2026/09/17/glamsterdam-testnet-announcement) — jadwal Sepolia, daftar client, dan status Hoodi/mainnet.
2. [ethereum.org — Glamsterdam Roadmap](https://ethereum.org/roadmap/glamsterdam/) — ringkasan ePBS, BAL, dan status ruang lingkup upgrade.
3. [Ethereum Foundation — Announcing the Platåberget Testnet](https://blog.ethereum.org/2026/08/17/plataberget-testnet) — lingkungan uji awal dan kebutuhan pengujian ePBS.
4. [Ethereum Foundation — Glamsterdam Repricing Impact](https://blog.ethereum.org/2026/08/24/glamsterdam-repricing-testing) — dampak EIP-8037/EIP-8038 bagi smart contract.
GD
Tentang Penulis — Ganes Satsangga
Backend Developer berpengalaman membangun aplikasi web, sistem ERP/CMS, integrasi API, dan database menggunakan Laravel, PHP, dan Go.


