PADK 3/2026: Regulasi Pelaporan Kripto OJK Berlaku September 2026 — Format Baru, Tenggat Ketat, dan Pipeline RWA/SID
PADK 3/2026 berlaku 1 September 2026, menggantikan SEOJK 20/2024 dan mewajibkan 33 penyelenggara kripto berizin melapor via Sistem Pelaporan OJK dengan format baku bulanan, triwulanan, tahunan, insidental, plus evaluasi aset triwulanan dan notifikasi H-3 kliring derivatif. Artikel membedah hirarki regulasi, tabel perbandingan, kalender tenggat, dan pipeline RWA/SID/stablecoin.
GD
I Gusti Agung Ganes Satsangga Dipa
Backend & Software Developer
# Pembukaan
Indonesia menutup babak transisi pengawasan aset kripto dari Bappebti ke OJK dengan menerbitkan Peraturan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor 3 Tahun 2026 (PADK 3/2026) yang berlaku efektif **1 September 2026**. Peraturan ini bukan lagi tentang *apakah* aset kripto boleh diperdagangkan—itu sudah diatur POJK 27/2024 dan POJK 23/2025—melainkan tentang **bagaimana** 33 penyelenggara berizin (2 bursa, 2 kliring, 2 kustodian, 27 pedagang) harus melaporkan operasional mereka ke regulator secara terstandarisasi, digital, dan akuntabel. Pada Juli 2026, OJK mencatat 22,93 juta akun konsumen dan nilai transaksi Rp20,52 triliun; angka-angka itu sekarang harus didukung laporan yang seragam, bukan lagi format *ad-hoc* dari era SEOJK 20/2024.
PADK 3/2026 ditetapkan 30 Juni 2026 dan ditandatangani Adi Budiarso, Kepala Eksekutif Pengawas ITSK-AKD AK OJK. Jedah dua bulan sebelum berlaku sengaja diberikan agar penyelenggara menyesuaikan sistem pelaporan. Artikel ini membedah struktur pelaporan baru, perbandingan dengan aturan lama, dampak bagi penyelenggara dan konsumen, serta arah regulasi mendatang seperti tokenisasi RWA dan *Single Investor Identification* (SID).
> **Highlight:** PADK 3/2026 mencabut SEOJK 20/2024 secara bertahap—bagian pertama berhenti 1 Juli 2026, sisa 1 Januari 2027—dan mewajibkan pelaporan melalui Sistem Pelaporan OJK sebagai saluran utama, bukan lagi email manual.
---
## Daftar Isi
- [01 — Latar Belakang & Hirarki Regulasi](#bagian-01)
- [02 — Siapa yang Terikat & Jenis Pelaporan Wajib](#bagian-02)
- [03 — Perbandingan Format: PADK 3/2026 vs SEOJK 20/2024](#bagian-03)
- [04 — Tenggat Waktu & Sanksi Operasional](#bagian-04)
- [05 — Dampak Praktis bagi Penyelenggara & Investor](#bagian-05)
- [Kesimpulan](#kesimpulan-artikel)
- [Sumber](#sumber-artikel)
<a id="bagian-01"></a>
## 01 — Latar Belakang & Hirarki Regulasi

Transisi pengawasan kripto ke OJK dimulai 10 Januari 2025 melalui Nota Kesepahaman OJK–Bappebti. Kerangka hukumnya bertingkat:
| Aturan | Status | Isi Utama | Berlaku |
|---|---|---|---|
| **POJK 27/2024** | Aturan induk | Izin usaha, kriteria aset, hak/kewajiban penyelenggara | 2024 (pengawasan pindah Jan 2025) |
| **POJK 23/2025** | Perubahan | Perluas cakupan ke derivatif AKD, wajibkan Daftar Aset Keuangan Digital | 2025 |
| **PADK 3/2026** | Peraturan pelaksana | Mekanisme & format pelaporan, notifikasi kliring derivatif H-3 | **1 Sep 2026** |
PADK 3/2026 hanya berisi 4 pasal inti, tapi **Lampiran I (pedoman ~115 halaman)** dan **Lampiran II (formulir ~99 halaman)** yang menentukan detail teknis. OJK mencabut SEOJK 20/2024 bertahap agar industri tidak *shock*: ketentuan pelaporan harian dihapus 1 Juli 2026, sisa formulir lama dicabut 1 Januari 2027 [Veritask](https://veritask.ai/en/artikel/financial-services-authority-board-of-commissioners-regulation-number-3-of-2026-reformulation-of-crypto-asset-reporting-through-the-financial-services-authority-system-and-strengthening-the-supervision-of-digital-derivatives).
<a id="bagian-02"></a>
## 02 — Siapa yang Terikat & Jenis Pelaporan Wajib
PADK 3/2026 mengikat **empat kategori penyelenggara** (bukan investor ritel):
1. **Bursa (Exchange)** – menentukan Daftar Aset Keuangan Digital, wajib evaluasi triwulanan.
2. **Lembaga Kliring Penjaminan & Penyelesaian** – handle clearing/settlement derivatif, wajib notifikasi H-3 sebelum mulai.
3. **Pengelola Tempat Penyimpanan (Kustodian)** – simpan aset konsumen, wajib lapor posisi bulanan (min 70% di kustodian, max 30% di pedagang).
4. **Pedagang (Trader/PAKD)** – platform beli-jual langsung ke konsumen, 27 entitas berizin per Agustus 2026 [Coinvestasi](https://coinvestasi.com/berita/nilai-transaksi-aset-kripto-ri-anjlok-juli-2026).
**Kategori laporan periodik** (tersederhanakan dari 4 jadi 3):
| Jenis | Tenggat | Catatan |
|---|---|---|
| Bulanan | 10 hari kerja setelah periode berakhir | Posisi aset per konsumen institusi vs individu dipisah |
| Triwulanan | 15 hari kerja setelah periode berakhir | Evaluasi Daftar Aset + laporan realisasi rencana bisnis |
| Tahunan | 30 April tahun berikutnya | Wajib diaudit AP terdaftar OJK, publish di web max 30 hari pasca audit |
| Insidental | 5 hari kerja sejak peristiwa | Kejadian material: kebocoran data, *downtime* sistem, penyalahgunaan dana |
Tambahan khususi: Bursa evaluasi Daftar Aset **minimal 1×/3 bulan**, hasil lapor ke OJK **maks 5 hari kerja** ditandatangani Direksi bertanggung jawab. Kliring derivatif wajib notifikasi tertulis **H-3** sebelum mulai aktivitas [Bittime](https://bittime.com/en/blog/aturan-baru-ojk-aset-keuangan-digital-padk-3-2026).
<a id="bagian-03"></a>
## 03 — Perbandingan Format: PADK 3/2026 vs SEOJK 20/2024
| Aspek | PADK 3/2026 | SEOJK 20/2024 |
|---|---|---|
| **Kategori laporan periodik** | Bulanan, Triwulanan, Tahunan (harian dihapus) | Harian (jam 14:00 WIB), Bulanan, Triwulanan, Tahunan |
| **Saluran kirim** | **Sistem Pelaporan OJK** (utama), email cadangan, fisik darurat | Email manual ([email protected]) |
| **Notifikasi kliring derivatif** | **Wajib H-3**, format baku Lampiran I | Tidak diatur |
| **Pemisahan konsumen** | **Institusi vs Individu** per aset per hari | Tidak dipisahkan |
| **Evaluasi Daftar Aset** | Triwulanan wajib + sewaktu-waktu, lapor 5 hari kerja | Triwulanan tapi format longgar |
| **Laporan keuangan tahunan** | Audit AP terdaftar OJK, publish web 30 hari | Hanya wajib audit, tidak wajib publish |
Perubahan paling terasa: **hapus laporan harian** (mengurangi beban operasional) tapi **tambah granularitas**—posisi margin, rekap derivatif, pisah institusi/individu. Sistem Pelaporan OJK jadi *single source of truth*; email/fisik hanya *fallback* [Veritask](https://veritask.ai/en/artikel/financial-services-authority-board-of-commissioners-regulation-number-3-of-2026-reformulation-of-crypto-asset-reporting-through-the-financial-services-authority-system-and-strengthening-the-supervision-of-digital-derivatives).
<a id="bagian-04"></a>
## 04 — Tenggat Waktu & Sanksi Operasional
Meskipun PADK 3/2026 tidak menuliskan sanksi eksplisit, pelanggaran pelaporan jatuh ke **Pasal 57–59 POJK 27/2024**: peringatan tertulis → denda administratif → pencabutan izin. Praktiknya, OJK sudah menutup akses sistem pelaporan bagi penyelenggara yang *overdue* 2× berturut-turut, yang berakibat **tidak bisa membuka trading aset baru** karena notifikasi pra-dagang tidak terkirim.
Kalender kunci 2026–2027:
| Tanggal | Kejadian |
|---|---|
| **1 Jul 2026** | Bagian I SEOJK 20/2024 (laporan harian) dicabut |
| **1 Sep 2026** | PADK 3/2026 berlaku penuh; Sistem Pelaporan OJK jadi wajib |
| **30 Apr 2027** | **Laporan tahunan audit pertama** di bawah rezim PADK 3/2026 jatuh tempo |
| **1 Jan 2027** | Sisa SEOJK 20/2024 dicabut total |
Penyelenggara baru (seperti IDEX yang baru terbit izin Agustus 2026) langsung masuk aturan PADK 3/2026 tanpa masa transisi [Coinvestasi](https://coinvestasi.com/berita/nilai-transaksi-aset-kripto-ri-anjlok-juli-2026).
<a id="bagian-05"></a>
## 05 — Dampak Praktis & Arah Regulasi Mendatang
**Bagi penyelenggara:** Investasi *compliance tech* jadi wajib—otomatisasi ekstraksi data transaksi ke format Lampiran II, *dashboard* real-time untuk evaluasi aset triwulanan, dan *workflow* notifikasi H-3 kliring. Biaya audit tahunan naik karena wajib publish di web.
**Bagi investor ritel:** Tidak ada kewajiban lapor portfolio ke OJK (bukan CARF). Tapi rasakan efek samping: **verifikasi KYC lebih ketat** (persiapan SID), **daftar aset bisa berubah tiap triwulan** (evaluasi bursa), dan **stablecoin** mulai masuk agenda regulasi terpisah [Jatengvox](https://jatengvox.com/ojk-siapkan-era-baru-kripto-sid-investor-stablecoin-hingga-tokenisasi-aset/).
**Pipeline regulasi Q4 2026 – 2027** (dikonfirmasi OJK di Coinfest Asia Agt 2026 & Rapat Dewan Bulanan Apr 2026):
1. **RPOJK Tokenisasi RWA** – aturan penawaran aset tertokenisasi (emas, SBN, properti) [Katadata](https://katadata.co.id/digital/fintech/6ab75d2ce4d5c/bittime-soroti-potensi-tokenisasi-rwa-seiring-persiapan-regulasi-ojk).
2. **SID (Single Investor Identification)** – nomor identitas tunggal investor kripto, mirip SID pasar modal.
3. **Stablecoin sebagai instrumen transaksi** – koordinasi dengan BI, bukan alat pembayaran.
4. **PADK Integritas Pelaporan Keuangan & Manajemen Risiko** – perkuat *governance* penyelenggara.
> **Highlight:** Menurut unggahan **@idcryptonetwork** (2067110318413918419), OJK targetkan regulasi RWA tokenisasi keluar **Q3 2026**—sebelum akhir tahun ini.
<a id="kesimpulan-artikel"></a>
## Kesimpulan
PADK 3/2026 menandai **kemunduran regulasi dari "apakah boleh" ke "bagaimana dilaporkan"**. Dengan 33 entitas berizin, 22,9 juta akun, dan Rp20,5 T transaksi bulanan, Indonesia punya infrastruktur data yang endlich *standardized*. Penghapusan laporan harian mengurangi beban, tapi pemisahan institusi/individu, notifikasi H-3 derivatif, dan wajib publish audit menambah transparansi. Investor ritel tidak lapor ke OJK, tapi merasakan dampak via KYC ketat, daftar aset dinamis, dan *stablecoin/RWA* yang akan diatur. Tahun 2027 akan menjadi uji nyata: apakah laporan tahunan audit pertama (30 Apr 2027) menghasilkan data berkualitas yang memungkinkan OJK intervensi dini—atau cuma *compliance* kotak centang.
<a id="sumber-artikel"></a>
## Sumber
- [Peraturan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor 3 Tahun 2026 — Veritask](https://veritask.ai/en/artikel/financial-services-authority-board-of-commissioners-regulation-number-3-of-2026-reformulation-of-crypto-asset-reporting-through-the-financial-services-authority-system-and-strengthening-the-supervision-of-digital-derivatives) — tekanan regulasi, perbandingan SEOJK 20/2024, detail Lampiran I & II.
- [PADK 3/2026: OJK's New Crypto Reporting Rules Take Effect 1 September 2026 — Bittime](https://bittime.com/en/blog/aturan-baru-ojk-aset-keuangan-digital-padk-3-2026) — kategori penyelenggara, tenggat laporan, konteks POJK 23/2025.
- [OJK Siapkan Era Baru Kripto: SID Investor, Stablecoin hingga Tokenisasi Aset — Jatengvox](https://jatengvox.com/ojk-siapkan-era-baru-kripto-sid-investor-stablecoin-hingga-tokenisasi-aset/) — roadmap SID, stablecoin, RWA, Coinfest Asia 2026.
- [Bittime Soroti Potensi Tokenisasi RWA seiring Persiapan Regulasi OJK — Katadata](https://katadata.co.id/digital/fintech/6ab75d2ce4d5c/bittime-soroti-potensi-tokenisasi-rwa-seiring-persiapan-regulasi-ojk) — RPOJK tokenisasi RWA, *regulatory sandbox* model emas/SBN/properti.
- [Nilai Transaksi Aset Kripto RI Anjlok 28 Persen, Tapi Konsumen Tetap Tumbuh — Coinvestasi](https://coinvestasi.com/berita/nilai-transaksi-aset-kripto-ri-anjlok-juli-2026) — 33 entitas berizin, 22,93 juta akun, Rp20,52 T Juli 2026, IDEX PAKD ke-27.
- [Indonesia's Financial Services Authority (OJK) Is Set to Release a Real World Asset Tokenization Regulation in Q3 2026 — @idcryptonetwork](https://x.com/idcryptonetwork/status/2067110318413918419) — sinyal X resmi jaringanrypto Indonesia soal timeline RWA Q3 2026.
*Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan nasihat keuangan atau rekomendasi investasi.*