RUU Perlindungan Ketenagakerjaan: Mandat MK, Tenggat Oktober, dan Titik Temu Buruh-Pengusaha
DPR RI menargetkan pengesahan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan paling lambat 8 Oktober 2026 sesuai mandat Mahkamah Konstitusi. Artikel ini membedah isu substansi yang masih diperdebatkan—PKWT, outsourcing, pengupahan, pesangon, pekerja platform digital—posisi buruh dan Apindo, linimasa pembahasan, serta tolok ukur pengawasan publik.

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan: Tenggat 8 Oktober dan Tarik-Menarik Amanat Putusan MK
DPR mengejar pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan sebelum reses 8 Oktober 2026. Artikel ini mengurai dasar putusan MK, lini masa, kepentingan para pihak, dan risiko keterlambatan.
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dikejar 8 Oktober: 2.100 DIM, Nasib Pekerja Gig, dan Tarik-Ulur Buruh–Pengusaha
DPR membidik pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan paling lambat 8 Oktober 2026, sementara pemerintah menyebut target Oktober dan pembahasan lebih dari 2.100 DIM belum final. Artikel ini memetakan tenggat, isu pekerja gig, titik tarik-ulur buruh–pengusaha, serta ukuran transparansi yang perlu diawasi publik.
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan 2026: Jalan Berliku ke 8 Oktober, Pesangon, Outsourcing, dan Pekerja Platform
Analisis mendalam RUU Pelindungan Ketenagakerjaan 2026 yang ditargetkan disahkan 8 Oktober — latar belakang amanat MK 168/PUU-XXI/2023, 5 klaster krusial (pesangon, outsourcing, pekerja platform, PKWT, pengupahan), dinamika tekanan buruh vs pengusaha, tabel perbandingan 3 era regulasi, dan 3 skenario menuju tenggat pengesahan.

Status Ojol di Persimpangan: Lima Uji Perlindungan tanpa Mematikan Fleksibilitas
Perdebatan status mitra atau pekerja bagi pengemudi ojol kembali menguat dalam pembahasan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan. Titik temunya bukan label semata, melainkan hak minimum, transparansi algoritma, jaminan sosial, dan ruang kerja yang tetap inklusif.

Status Ojol dalam RUU Pelindungan Ketenagakerjaan: Fleksibilitas Bertemu Hak Dasar
Pembahasan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan mempertemukan dua kebutuhan pengemudi ojol: mempertahankan fleksibilitas kemitraan sekaligus memperoleh perlindungan sosial, keselamatan, dan kepastian atas keputusan platform. Artikel ini memetakan posisi para pihak dan tolok ukur kebijakan yang perlu diawasi publik.

Kewarganegaraan Ganda Terbatas: Menguji Hak, Seleksi Talenta, dan Risiko Privilese Politik
Wacana kewarganegaraan ganda terbatas memasuki perdebatan tentang hak, kewajiban, seleksi talenta, dan perlindungan anak perkawinan campuran. Artikel ini menguji pengaman tata kelola yang diperlukan agar kebijakan tidak berubah menjadi privilese politik.

RUU Pemilu 2026: Parliamentary Threshold 5 Persen, Presidential Threshold Dihapus MK, dan Desain Pencalonan Capres Baru
RUU Pemilu 2026: Koalisi sepakat PT 5%, MK hapus presidential threshold, wacana 2 fraksi memicu debat konstitusional, Komisi II DPR siapkan Panja & 28 poin masalah, konteks gugatan Gibran & APBN 2027.

Syarat Dua Fraksi untuk Capres 2029: Wacana Baru di Bawah Ujian Putusan MK
Wacana syarat dua fraksi untuk pencalonan presiden 2029 belum menjadi aturan final. Artikel ini menguji opsi tersebut terhadap Putusan MK 62/PUU-XXII/2024, hak partai peserta pemilu, dan kebutuhan partisipasi publik yang bermakna.

Dugaan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong: Ujian Pengawasan, Bukti, dan Kesetaraan
Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong menguji kesetaraan layanan, keamanan, dan akuntabilitas pemasyarakatan. Artikel ini memisahkan fakta, bantahan, serta standar bukti yang perlu dituntut dari Imipas dan DPR.
Tertarik Berdiskusi Seputar Backend & Software Architecture?
Saya selalu antusias berdiskusi mengenai arsitektur sistem, tantangan skalabilitas, integrasi API, atau peluang kolaborasi proyek.